Showing posts with label Sajak. Show all posts
Showing posts with label Sajak. Show all posts

Anjing dan Kaca

| Wednesday, February 17, 2010 by adiindie | ˜ 0 komentar »

satu hal;
Anjing tidak pernah mengerti bercermin!


 

Mimpi-mu & Bahagia-ku

| Friday, November 20, 2009 by adiindie | ˜ 3 komentar »

Bunda,
Perjalanan ini sangat melelahkan,
tapi aku selalu teringat pesan-mu bahwa semuanya akan baik-baik saja,
selama apa yang kita inginkan adalah benar --bukan sesuatu yang mustahil.

Bunda,
Sampai detik ini aku masih bertahan, dan berusaha mampu untuk bertahan
menelusuri jejak langkah yang telah ditapaki orang terdahulu
"aral adalah bunga kehidupan, bersahabatlah dengannya
--maka ia tak akan menjadi bahaya bagimu"
itu katamu disela dekapanmu saatku melemah --akan hidup.

Bunda,
Mimpi-mu akan aku masih jauh dari pencapaian
tapi senyuman yang selalu aku dapat,
saat Kau bertanya, "Bagaimana kau kini, anakku?"
Ahh, senyum itu selalu wangi --walau guratan tua diwajah-mu makin menjadi.

Bunda,
Waktu berlari sungguh cepat, semakin ku kejar semakin cepat waktu berlari
tapi tetap akan ku-kejar
walau harus berlari sejauh mungkin,
dan akan aku kejar walau sampai renta.

Bunda,
Mimpi-mu akan aku hanya satu,
Melihat aku Bahagia
dan mimpi-ku juga hanya satu,
Melihat Kau Bahagia...

Bunda,
Tiga pulau sudah aku tapaki
untuk mengejar cita-cita dan menggapai mimpi-mu dan mimpi-ku
Kini aku sedang mempersiapkan menuju pulau ke-empat dan ke-lima
Lagi, restui dan do'akan aku bunda
agar tercapai apa yang telah menjadi keinginan kita bersama.

Bunda,
Aku pamit...


Jum'at Pagi 20102009


 

Senandung Pengkhianatan

| Sunday, July 19, 2009 by adiindie | ˜ 4 komentar »

kita sama-sama tau,
bahwa kemunafikan kita adalah sama
semua kesenangan kita adalah semu
walau beriringan dengan gelora yang membara

memang,
kita tidak pernah alpa akan siapa aku
siapa juga kamu
dimataku, dimatamu, dimata mereka
dan terutama dimata dia

selalu,
setelah berkelakar dengan liur
bercanda dengan peluh
dan aku terjaga dgn mata terpejam

setelahnya aku tersadar,
ternyata aku harus tahu diri
bahwa berkhayal berkhianat denganmu
adalah salah!

hhfff**


 

Teduh dalam Damai

| Wednesday, August 13, 2008 by adiindie | ˜ 3 komentar »

hitam
hitam
hitam

adistress


hitam
hitam
hitam
...


 

Simfoni Sunyi

| Saturday, August 02, 2008 by adiindie | ˜ 9 komentar »

karena sepi,
adalah aku.


 

Sajak Cinta Untukmu

| Monday, June 16, 2008 by adiindie | ˜ 1 komentar »

Kepada: HS

Aku tidak mampu berpuisi tentangmu
dan aku tidak akan mungkin mampu berpuisi tentangmu
Seandainya bisa, aku tetap tidak ingin melakukannya
karena dengan aku berpuisi tentangmu
maka aku telah lancang mengurangi keindahanmu
dengan kata-kataku yang berantakan ini

Karena sesungguhnya,
puisi tersyahdu itu adalah jiwamu
yang memancarkan cahaya ketenangan
dan aku menangkapnya dalam kedamaian

Puisi terindah itu adalah gerakmu
saat senyummu terkembang
dan lesungmu menjadi dalam

puisi yang kamu minta ada di dalam dirimu
karena puisi adalah dirimu sendiri

yang juga tidak bisa aku tuangkan ke dalam kata
karena keindahannya tidak bisa terwakilkan dengan kata

Puisiku,
ya, puisiku adalah puisi tentangmu,
tentang cintaku kepadamu
puisi tentang cinta,
cinta.


 

Kunang-kunang di Matamu

| Thursday, May 22, 2008 by adiindie | ˜ 12 komentar »

kepada: a.n

Dari mata itu, aku melihat dengan jelas bagaimana kunang-kunang itu keluar secara perlahan lalu terbang mengitari wajahmu dan terbang kembai menuju angkasa. Mulanya hanya satu, lalu dua, sepuluh, hingga ratusan atau mungkin ribuan kunang-kunang berkarnaval menuju angkasa dengan kerlap-kerlip serupa percikan kembang api.

Aku temukan tatapan mata yang kosong itu di wajahmu, setelah kamu mengakhiri cerita tentang masa yang telah jauh berlalu dari hidupmu. Mulanya kamu semangat sekali bercerita tentang satu masa, dimana cinta --ku ingat setiap kali kamu menyebut kata cinta, di matamu seperti mengeluarkan kilau cahaya-- membuatmu seperti manusia paling bahagia. Senyuman yang tidak pernah terputus sepanjang ceritamu tentang asmara yang menggelora di masa indahmu, dulu.

"Betapa sempurna hidupku, mendapat pasangan cinta yang sempurna seperti dia", katamu dengan senyuman yang sangat dalam sampai matamu terpejam.

Aku yang masih belum bisa mengerti tentang cinta dan segala kesempurnaanya yang dialami oleh kaum muda hanya bisa ikut tersenyum, walau terpaksa. Karena aku memang belum pernah bisa teryakinkan akan cinta yang sempurna oleh pasangan muda, lain halnya saat aku melihat tetanggaku, sepasang renta yang dimakan usia, bagaimana setianya sang istri mendorong kursi roda yang ditumpangi sang suami dari rumah hingga ke taman yang berjarak seratus meteran dari rumahnya itu setiap pagi hari. hmm, itu yang ku sebut cinta.

"cinta menyatukan kami dan bidadari kecil yang terlahir dari janinku itu buah dari cinta kami", katamu sambil memeluk bingkai yang berisi foto seorang balita yang sedang terlihat tertidur pulas.

Pikiranku langsung melambung ke pasangan renta, tetanggaku, saat sore ku melihat mereka di teras rumahnya dimana dengan sabarnya sang nenek membantu menyuapi suaminya makan bubur. Sang kakek yang terserang lumpuh sejak lama, hanya bisa menghabiskan waktunya di kursiroda. Akhh, ini yang lagi kusebut dengan cinta.

* * *

Aku masih mendengar dan memperhatikan dengan seksama semua ceritamu, begitupun sampai kamu yang tiba-tiba terdiam, dan bingkai di pelukanmu terjatuh. Kamu lanjutkan ceritamu tapi dengan suara yang sangat pelan, seperti berbisik.

"Cinta, cinta, cinta juga yang membuat semuanya berubah dengan cepat. Cinta dia yang ternyata lebih berpihak kepada wanita yang baru dikenalnya itu dan membuat kebahagiaan berubah menjadi kosong", lalu kamu diam dan beku.

...

Dan, kunang-kunang itu mulai keluar dari mata kosong itu...


 

cemburu

| Monday, April 14, 2008 by adiindie | ˜ 11 komentar »

Aku cemburu,
Kalau kamu berbicara tentang lelaki
Yang bisa menemani kamu dan mengusir sepi
Memberi waktunya, melepas senyuman

Aku cemburu,
saat kamu bilang, “Tadi dia memberiku sepotong mawar dan bisikan kata sayang.”
Hingga membuat hatimu berbinar
Dan kamu menyeringai

Aku cemburu,
Bila kamu dengan gigihnya bercerita
Tentang kisah cinta dari masa lalumu dengannya
Sampai-sampai kamu sumringah

Aku cemburu,
Dengan kamu yang selalu saja
Menatap senja disamping lelaki itu
Yang kini telah menjadi suamimu

Dan Aku cemburu
huh…


 

pilihan

| Friday, April 11, 2008 by adiindie | ˜ 2 komentar »

karena hidup adalah pilihan
maka dengan ini aku memilih
untuk tetap hidup
hidup bukan hanya sekedar bertahan hidup
tetapi hidup untuk membuat hidupku lebih hidup lagi
bukan untuk siapa-siapa
tapi hanya untukMu,
untukMu,
dan untukMu

semoga...


 

sungai dalam rupamu

| Monday, March 03, 2008 by adiindie | ˜ 5 komentar »










Kupandangi aliran sungai yang tenang ini

seketika itu juga ku bayangi kamu, cinta
betapa teduh dan menenangkannya
saat mataku bertemu dengan matamu

Dan kutelusuri sungai ini sejauh langkahku
menapak sambil kukhayalkan tentangmu, cinta
tentang bagaimana indahnya tubuhmu
yang kutelusuri di setiap lekuknya

Sampai ku temui senja yang gemerlap
memuncratkan kilau gemilang
samar-samar kulihat kau datang
membawa senyum rindu dalam lamunan


Sungai Batanghari,
01 Maret 2008


 

Menuju Akhir

| Sunday, March 02, 2008 by adiindie | ˜ 0 komentar »

jemari itu sangat hangat
menggenggam,
menuntunku
menyusuri lorong-lorong putih
sedikit menyilaukan

aku tidak tahu mau diajak kemana
tapi aku tidak dapat menolaknya
sentuhan itu
halus dan lembut
aku terhanyut

saat kubertanya kemana
kau hanya menjawab,
"istirahatlah kanda, tinggalkan dunia"
setelah itu hanya ada ledakan cahaya
dan aku tidak ingat apa-apa


pasarjambi
02 Maret 2008


 

Lautan Semangat

| Wednesday, February 27, 2008 by adiindie | ˜ 0 komentar »

tiba-tiba saja,
semua datang
menghampiri
berduyung-duyung

memberi canda
tawa tawa tawa

membawa bendera bahagia
balon-balon asmara
bersorak sorai
hore-hore

aku terpesona
tertawa tertawa tertawa


malakasari,
27 Februari 2008


 

Permintaan Puisi

| Thursday, November 22, 2007 by adiindie | ˜ 0 komentar »

"Buatkan aku puisi yang romantis",
katamu dengan tatapan mata berharap.
Tapi aku tak pandai berpuisi, juga aku tidak pandai merangkai kata-kata dan menyusunnya untuk menjadi karangan tentang cinta. Jadi, maafkan bila kata-kataku ini terasa garing dan terasa gombal.

Entah sudah berapa juta kata yang aku keluarkan di dalam tulisan-tulisanku tentangmu di lembaran-lembaran kertas yang lain yang sebagian masih tersimpan dan sebagian yang lain kini entah ada dimana.
Menulis tentangmu bagiku adalah seperti meneteskan sedikit demi sedikit air kebahagiaan yang aku terima saat aku mengkhayalkan tentang indah dirimu dan betapa kebahagiaan terasa sangat hangat terasa saat ada didekatmu, bersamamu.

Hanya karena aku mencintaimu,
maka aku membiarkan tangan lemah ini menjadi kuat dan bergerak mengikuti perintah hati dan fikiranku untuk menuliskan sesuatu tentang dirimu, segalanya tentang dirimu.
Hanya karena aku mencintamu,
maka aku serahkan segala aliran kata-kata ini menyusun sendiri tentang bagaimana indahnya sosok dirimu dimataku.

Dengan kata-kata yang sederhana ini, aku mewakilkan segalanya tentangmu;
Berpuisi tentangmu berarti berpuisi tentang bintang-bintang yang kerlipnya mempesona yang juga berarti aku berpuisi tentang purnama yang menyempurnakan syahdu malam dengan pancaran teduhnya. Karena dirimu serupa bintang juga serupa purnama yang menghiasi malam dengan keindahannya sendiri. Yang berarti juga indah dirimu yang menyempurnakan kebahagiaan hari-hariku.

Itulah dirimu dan betapa romantis itu ada di dalam wajahmu,
disaat menatapmu saat malam tiba.


 

Rindu: rindu

| Thursday, June 28, 2007 by adiindie | ˜ 0 komentar »

Kerinduanku malam ini
terkubur bersama waktu
yang tidak henti-hentinya
berputar.

Terbesit akan satu harapan
di esok pagi:
waktu dapat berpihak kepadaku
dan kerinduan ini dapat terbalaskan.


salam duka,
Thursday, 28 June, 2007 10:13 PM


 

Dimana Kau Tahu?

| Sunday, June 24, 2007 by adiindie | ˜ 0 komentar »

kau tahu,
malam memberi duka padaku
katanya aku tidak pantas
bercanda bersama bintang-bintang

kau tahu,
malam juga memberi luka padaku
katanya aku tidak pantas
bercinta dengan purnama

lalu,
kau tahu dimana bahagia itu?


Duren Sawit
tengah malam 24 Juli 2007


 

Arti Malam

| Friday, May 18, 2007 by adiindie | ˜ 0 komentar »



selalu dengan malam
hitam menjadi kata
bintang-bintang menjadi bahasa
rintihan angin malam menjadi senandung kepedihan

ada kepedihan dalam kesunyian
ada kegalauan dalam kesendirian

sunyi dan sendiri
tak pernah lepas tak pernah pergi
jiwaku pekat oleh kekosongan
tanpa cahaya

malam menjamah aku dalam kelamnya
menyelimuti aku dengan dinginnya
ku cinta malam dengan segala adanya
ku cinta malam dengan segala adanya

karena hanya malam yang menerima aku apa adanya

dalam ketelanjangan
dalam kesendirian
dalam tawa
dalam tangis

malam memberikan aku senyuman
dan arti dari sebuah kesendirian


Jakarta Malam,
18 Mei 2007


 

Kumbang Malam

| Sunday, April 01, 2007 by adiindie | ˜ 0 komentar »

Malam bernyanyi riang
Tentang kumbang yang terbang ke bulan
Melepas rindu yang selalu menyengat
Mengantup sepi agar terjaga

Kumbang menghayati nyanyian malam
Sampai-sampai ikut terhanyut
Kumbang memandangi malam
Tak terasa airmata menetes

Malam terdiam nyanyiannya habis
Kumbang terpaku airmatanya juga habis
Ayam jantan berkokok
Mentari mulai bersinar

Pagi datang,
Dan kumbang lagi-lagi kehilangan malam!


Duren Sawit,
01 April 2007


 

Beri Aku Cahaya

| Friday, December 29, 2006 by adiindie | ˜ 0 komentar »

Sinarmu hilang di kehidupanku
Duniaku gelap tanpa setitik cahaya
Berjalan merayap menyeret langkah
Entah kemana entah ada dimana

Tuhanku, yang Maha Menguasai Cahaya
Pendarkanlah sedikit sinar-Mu untukku
Untuk duniaku dan kedalaman hatiku
Agar benderang dan ku tahu langkahku


Salemba Tengah, 29 Desember 2006


 

Malam, dan Aku Semakin Renta

| Sunday, December 10, 2006 by adiindie

Detik-detik berlalu dengan menggebu
Berganti menjadi jutan malam
Ribuan kali bulan sabit berubah
Menjadi purnama dan menjadi sabit kembali

Bintang-bintang angkasa menua
Dan jatuh berceceran di beberapa sudut bumi yang lain, padam.
Angin mati, tapi waktu tetap berlari
Pengap semakin menjadi
Dan aku semakin renta, rapuh.

Detik-detik bermaraton sendirian
Tanpa ada tujuan akhir
Memang seperti inikah hidup
Tak tahu kapan memulai dan kapan harus berhenti?
Aku lelah, ingin istirahat
Tidur nyenyak dan panjang..


Duren Sawit,
10 Desember 2006


 

Lukisan Bayangan

| Sunday, December 03, 2006 by adiindie

Kulukis malam dengan arang
Lalu ku arsir setiap lekukan gelapnya
Juga dengan arang
Kuteliti setiap sudut malam
Setelah itu
Ku telusuri setiap sudut lukisanku.

Ohh, aku lupa!
Ku bingkai lukisan malamku dengan lis hitam ukiran rembulan
Agar menawan yang pastinya
Jadi! Lukisanku telah selesai!

sempurna, dan aku lega..
Lalu aku taruh lukisanku di dalam gudang yang selalu ku kunci rapat
Tanpa cahaya
Dan tanpa udara
Bersama lukisan-lukisan malam
Yang kemarin…


Duren Sawit
03 Desember 2006 - 23:57