Showing posts with label Posting Lawas. Show all posts
Showing posts with label Posting Lawas. Show all posts

Cinta yang GIla

| Monday, December 20, 2004 by adiindie | ˜ 1 komentar »

Gila!!!
Mengapa cinta terkadang menjadi begitu busuk
Menebarkan aroma yang tak sedap bagi sekelilingnya
Begitu murah dan bertebaran di selokan-selokan
Sampai banyak yang tak sudi untuk melihatnya
Jijik seperti sampah, seperti muntahan manusia laknat

Gila!!!
Mengapa cinta selalu menunjukkan sikap yang aneh
Yang seharusnya menjadi keindahan tapi ini menjadi kegelapan
Kalau sudah seperti ini siapa yang harus disalahkan?
Siapa yang harus bertanggung jawab atas semua ini?

Betapa kasihannya engkau cinta, yang kini telah menjadi objek kekotoran bagi manusia-manusia yang hanya mengharapkan materi dan mengatasnamakanmu demi birahi, kasihan...
Apakah untuk ini engkau memiliki pembelaan, hai cinta?

Sambil bernyanyi tentang cinta yang sudah tidak perawan lagi,
Aku tunggu jawabanmu secepatnya, hai cinta!
Jangan lama-lama yaa...


Desember 2004


 

Malam dengan Hujan

| Sunday, December 12, 2004 by adiindie | ˜ 0 komentar »

Ada kejadian yang tidak biasa,
Malam tadi Aku selalu terjaga dari tidur
Hujan kali ini seakan mengusikku
Mengganggu malamku dengan suara-suara parau
Merintih menangis di saat Aku ingin terlelap
Seakan-akan ingin membagikan kepedihannya
Agar Aku (Juga) dapat menikmatinya

Apakah tidak bisa kepedihan dirasakan sendiri?
Aku bisa melakukan itu
dan kini, Aku telah terbiasa
Tapi berbagi kepedihan hanya berbuah kesengsaraan
Penderitaan bagi yang akan di ajak berbagi

Apakah tidak bisa airmata di pendam sendiri?
Aku selalu melakukannya!


12 Desember 2004


 

Mimpi & Kenyataan yang Dramatis

| Wednesday, December 01, 2004 by adiindie | ˜ 0 komentar »

men...
dunia makin lama semakin menyempit
manusia berkembang tanpa batas
gue sesak dengan keadaan ini, men
enggak ada tempat yang sunyi buat gue mencari gelap
di setiap sudut selalu ada keramaian
di keramaian selalu menciptakan gundah di hati gue
tapi permasalahan yang enggak bisa gue elakkan, gue enggak bisa menghindar dari ini semua!
Hampir tiap malam gue memimpikan kejadian-kejadian buruk dan setelah gue bergelut dengan alam nyata
Ternyata, kejadian-kejadian yang gue alami sangat lebih buruk dari kejadian-kejadian buruk di mimpi gue!!!
Men...
Dramatis memang, dan sangat tragis
Tapi memang seperti inilah gunjangan jiwa gue bergejolak.

Awal Desember 2004


 

Hilang Lagi

| Monday, November 29, 2004 by adiindie | ˜ 0 komentar »

men, loe menghilang lagi.
Padahal gue sempet ‘berandai’ tentang kita
Apakah waktu dan jarak yang membuat loe enggan berbagi rasa bersama kita lagi disini?
Semula gue merasa banyak faktor
yang telah ‘merebut’ loe dari kita: jarak, situasi, teman baru loe, kekasih baru loe, lingkungan baru loe, kegiatan pengorganisasian loe, kehidupan baru loe yang sekarang, dan banyak lagi men.
Tapi sekarang entah men, gue harus menyalahkan siapa dan kenapa?
Gue enggak tau dan enggak megerti
apakah loe menganggap kami itu ada
atau menganggap kami hanya sebatas kerinduan
yang dapat dirindukan secara sesaat saja?
Apakah kami telah menjadi masa lalu di kehidupan loe?
Sayang ya men! Saat kita bersama terlalu banyak khayalan yang kita uraikan dengan kenyataan yang sekarang sedikitpun tidak tersentuh, apalagi terealisasikan...
Maafin kegalauan hati gue, men.
Seorang manusia yang selalu berkhayal
dapat selalu bersama sahabatnya tanpa ada perpisahan.
Tapi gue udah enggak bisa berbuat apa-apa lagi, men.
Gue Cuma bisa berharap tulus melalui doa buat loe, men.

Kami disini selalu menunggu loe untuk bisa bersama dengan kami lagi...

Akhir november 2004


 

duka

| Monday, November 01, 2004 by adiindie | ˜ 0 komentar »

Duka ini makin berlarut-larut setelah semuanya terjadi.
Aku tidak tahu dengan perasaan ini, seperti permainan tetapi ini terdapat di jiwa, dapat dirasa tanpa di kecap.
Luka ini tidak seberapa dibandingkan dengan penyesalan
Memperbaiki semua ini sangat tidak mungkin,
apa lagi melupakannya...!
Penyesalan...
ya, penyesalan yang membuat aku kini bersemayam dengan duka.
Duka yang kali ini tanpa airmata.
Karena untuk duniaku, airmata telah tiada... Mati.
Kepedihan selalu saja menemani kegalauan, tak mampu pergi
Sesak di dada semakin menggelora, membara.
Harus dengan apa? Dan bagaimana?
Aku sudah bosan bertanya dengan hatiku tentang ini,
Karena yang aku inginkan tidak aku dapatkan
Dan yang aku dapatkan bukan pula yang aku inginkan...

Nopember 2004


 

Malam yang Tak Pernah Berubah

| Wednesday, October 27, 2004 by adiindie | ˜ 0 komentar »

Setiap malam selalu sama
Sama membawa hitam menabur kelam
Kelam menyelimuti angkasa dan bumi
Bumi dengan airmata

Aku pun selalu punya harapan yang sama
Menabur kerinduan dengan bintang-bintang
Berpelukan rembulan dan berkeluh kesah
Tentang kejadian kemarin

Aku dan malam di malam ini
Bersama menghabiskan kelam yang hitam
Bercerita tentang dua tiga kisah suram
Sedikit isak tanpa tawa atas kisah yang sama

Menjelajah kegelapan dengan tongkat si buta
Bercakap angin dengan sedu sedan di jiwa


Oktober 2004


 

Aku Tidak Bahagia

| Wednesday, September 08, 2004 by adiindie | ˜ 0 komentar »

Men,
Loe salah kalau menganggap gue manusia yang berbahagia.
Salah men!
Kini gak ada lagi yang bisa bikin gue bahagia
Gue merasa kerdil men, gue merasa asing, gue ngerasa seperti robot.
Melakukan rutinitas yang sangat menjenuhkan, sangat amat membosankan, men…
Bukannya gue gak menikmati rezeki yang gue dapet
Tapi dengan ini semua gue merasa banyak yang telah hilang dari kehidupan gue.
Memang sih cepat atau lambat gue akan di hadapkan dengan situasi semacam ini,
dan ini terlalu cepat buat gue, men…
Banyak men yang telah menghilang dari kehidupan gue
Sekarang gue udah gak bisa jadi “burung” lagi
Gue gak bisa kemana-mana lagi, gue gak bisa mengirup “dunia”gue lagi.
Gue bagai berada di dalam jeruji gue menjadi‘budak uang’
Sementara orang-orang yang dulu selalu ada di samping gue kini semuanya meninggalkan gue (termasuk loe, men!)

Udah gak ada canda tawa, men
Udah gak ada tempat buat gue melepas duka, men
Gak ada tempat berbagi…
Gue juga pengen kayak yang lain, bisa bahagia.
Bahagia, men!
Seperti saat loe ada di samping gue
Tapi entah untuk sekarang men,
gue merasa kebahagiaan itu juga menghindari gue,
dan kini… gue sendiri men…
Gue cuma berteman dengan diri gue sendiri…

09 November 2004


 

Kebebasan yang Menghilang

| Wednesday, August 18, 2004 by adiindie | ˜ 0 komentar »

Kebebasanku telah hilang!!!
Bersama dengan jalan waktu
yang tega membudakkan Aku dengan materi
Aku di belenggu dengan aktifitasku
Mengapa Aku harus terperangkap dengan semua ini
Sehingga tak Aku rasakan dan dapatkan lagi
kebebasan itu?…

Telah banyak yang hilang
Telah banyak yang terlewatkan
Telah banyak yang di lupakan
Telah banyak...

Dan masih banyak lagi
bahkan terlalu banyak
Hingga Aku menjadi kerdil dengan semua ini
Di hari ini di tempat ini Aku merintih
bersama dengan nestapa yang setia
Aku kehilanganmu:
Kebebasanku...

Di hari ini Aku kembali ketempat ini
membawa sejuta kerinduan yang terkubur
Menumpahkan semua rasa rindu terpendam
Di tempat ini Aku tahu bahwa hanya di sini
semua dapat Aku nikmati
Di sini, di tempat ini…
Aku semakin tersadarkan oleh sesuatu
yang mampu membahagiakan Aku

Aku telah kehilanganmu
Dan Aku sangat merindukanmu:
Kebebasanku...


Statsiun Jakarta-Kota

18 Agustus 2004 / 10:12


 

Mimpi & Kenyataan

| Friday, August 13, 2004 by adiindie | ˜ 0 komentar »

“Tiada kemarahan menaburkan melati
Menggelepar tertusuk kenistaan
Kesucian abadi dalam angan-angan
Tak tergapai oleh rajutan beringin tua”


Aku tahu kamu masih tetap menjadi impian untukku,
Kenyataan yang hanya menghadiahkan kehampaan

Setiap Aku terbaring menatap kejora berseri
Seakan rembulan selalu menantangku bersenggama
Adakah malam mengkhianati sang fajar?
Membodohi waktu merayunya untuk berhenti agar perselingkuhan dapat bahagia tanpa batas
Mengundang malam-malam mengarungi awan-awan.

Tapi kenyataan adalah kebenaran
Dan khayalan adalah angan-angan lamunan
Aku berada diantara keduanya
Membagi adil diantara keduanya
Pagi hari Aku berenang di lautan kenyataan
Di malam harinya Aku terbang bersama khayalanku
Saat mata ini terpejam Aku merasa kamu didekatku
Setelah mata ini terbuka, Aku tahu ini hanya mimpi.
Aku merindukanmu...

Untuk kamu:
yang pernah mengisi hatiku mengukir kisah cinta di jiwa
berkelana dengan perasaan yang menggelora;
yang pernah menjadi yang terindah di hidupku...


2004


 

Matinya Kedamaian

| Friday, June 25, 2004 by adiindie | ˜ 1 komentar »

Berbahagialah hidupku ini
Aku di temani oleh luka yang dalam
Setiap hari Aku di sayangi dengan airmata
dan kepedihan
Bahkan Aku di rindukan oleh kebusukan
dan juga pengkhianatan
Waktu demi waktu yang Aku lalui di dampingi caci maki,
kelaknatan,
kebodohan,
angkuh,
galau,
serta kebimbangan
dan juga dusta
Kesombongan yang berkepanjangan
Derita keabadian
Mereka selalu ada selalu setia mendampingiku
Disampingku
Selamanya…

Persetan dengan kedamaian.


25 Juli 2004 / 01:30


 

Untuk Melati

| Sunday, April 04, 2004 by adiindie | ˜ 0 komentar »



Kamu putih bersih serta harum
Putihmu meyakinkan Aku kalau kamu suci
Bersihmu membuatku membunuh bosan
Harummu begitu mewangi membuat Aku terbuai, terlena
Kamu begitu sempurna dalam penglihatanku
Tidak ada yang tidak bisa di banggakan darimu
Semuanya ada dan semuanya kamu miliki

Andai Aku pandai berpuisi
akan Aku buat kamu melayang setiap saat
dengan ungkapan-ungkapan jiwa
Andai Aku pintar bernyanyi
akan Aku buat kamu tertidur pulas
dengan senandung-senandung berteman dawai

Tapi Aku belum mampu menjadi itu semua
Aku baru bisa menjadi Aku yang seperti ini

Hanya dengan jiwa berbalutkan ke ikhlasan
Aku akan menyayangimu
Hanya dengan cinta Aku akan menyelimutimu
dari dinginnya kehampaan

Apa itu sangat kurang,
Hingga kamu tidak dapat Aku miliki?


Awal April 2004


 

Alam yang tak berpihak

| Friday, April 02, 2004 by adiindie | ˜ 1 komentar »

Kenapa Aku selalu bertemu dengan siang hari
Siang yang penuh dengan manipulasi dan ketidak-adilan
Sangat bodoh!

Saat Aku butuh penyejuk
tapi Aku diberinya matahari yang terik
Saat Aku ingin kehangatan
yang Aku dapatkan hanyalah hujan-hujan
yang menggigilkan tubuh ini
Saat Aku sangat ingin tenang
malah deru manusia berbondong-bondong
mengusik kesendirianku

Tapi dimana mereka saat Aku ingin mereka menemaniku?
Mereka menghilang tanpa kata!

Saat tubuh ini lelah dan merindu
akan mimpi indah tentang syurga
kenyataan yang Aku terima sangat bertentangan sekali
dengan yang Aku inginkan
Aku di berondong berjuta-juta pekerjaan
yang melelahkan

Aku ingin, walau hanya sekali saja
keegoisanku dapat menang dari kehidupan ajaib ini…
Apakah terlalu berlebihan keinginanku ini?
Hasratku ini?

Aku normal!
Aku sama dengan yang lain!
Aku manusia biasa!
Tapi mengapa Aku mendapat perlakuan yang bertentangan dengan yang lain?

Sungguh!
Sungguh tidak banyak yang Aku inginkan dari hidupku ini
Aku hanya ingin hidup normal
yang (juga) dapat di bahagiakan
Tanpa harus dapat tuntutan yang macam-macam.
Tolong!
Aku hanya ingin Bahagia.


Awal April 2004


 

Khayalan Sendiri

| Thursday, March 25, 2004 by adiindie | ˜ 0 komentar »

Mungkin Aku merasa kalau hari ini Aku menikmati kesendirianku
dengan mengimajinasikan putri khayangan
beserta dewi khayalan sedang bercinta denganku
Menghabiskan waktu dengan saling bercumbu, mesra…

Layaknya insan pecinta yang ada di dalam dunia nyata
Mencurahkan kasih sayang dengan bisikan lembut
serta dengan sentuhan hangat
Bersama merangkai kuntum-kuntum bunga
dan menaburinya di setiap sudut kamar
Serta ranjang permadani nan megah
Buah-buahan manis dan segar
Anggur-anggur yang memabukkan
Dan tak lupa irama musik melankolis
sebagai hidangan pemanis

Mungkin cuma khayalan
Walau kemungkinan untuk nyata
hanya ada di dalam angan
Tapi itulah impianku di hari ini
Impian nyata dariku
Dari insan yang membutuhkan bisikan
serta sentuhan cinta
Dari yang terkasih
Mengasihi dan juga di kasihi
Mendamba sekaligus merindu
Mendamba kalimat-kalimat yang dapat membuat jiwa melayang ke angkasa jingga
Merindu belaian-belaian manja yang menjadikan diri
bagai berada di padang bunga melati
Lembut, mewangi, semerbak…

Mungkin cuma impian khayalan
Mungkin juga cuma di angan
Tapi itulah imajinasiku yang menerawang dan menembus
Melewati alam sadarku
Di hari ini
Menemani kesendirianku…


Maret 2004


 

Sahabat Cuma Diriku Sendiri,

| Saturday, January 17, 2004 by adiindie | ˜ 0 komentar »

Saat tubuh Aku menderita
Apa mereka ada di sampingku?
Saat jiwaku terluka
Apa mereka ada menemani?
Tidak!!!

Mereka tidak pernah ada
Saat semua itu terjadi sama diriku
Karena mereka sibuk memikirkan dirinya sendiri
Sedangkan Aku di sini sendiri
Tanpa ada yang menemani

Sahabat cuma diriku sendiri.*)
Persetan!


Awal 2004
______________________
*) Diambil dari petikan lagu “Bersama Kita Menangis – SLANK”


 

Terima kasih untuk hari ini

| Thursday, December 18, 2003 by adiindie | ˜ 0 komentar »

Bahagia haru menjadi satu bahkan aku tak bisa membedakan mana rasa bahagia dan mana yang rasa haru
Yang pasti di saat ini aku merasa kehidupan sedang berpihak kepadaku
Aku merasa di manjakan oleh kekaguman akan alam yang menyapa dengan kesegaran
Terima kasih Tuhan di hari ini Kau memberikan aku kedamaian jiwa dan raga
Dan terima kasih juga untukmu “Cahaya Hatiku” atas waktu dan sentuhan manismu di hari ini
Belaian tangan dan kata sayang yang terucap dari bibir manismu telah menjadikan hidupku menjadi segar kembali seperti saat dulu di mana kita masih dapat selalu bersama
Manja serta keluguanmu masih sama seperti dulu
Serasa mimpi tapi ini nyata terjadi
Bersamamu di hari ini…
Walau kamu bukan utuh milikku lagi tapi aku yakin cintamu hanya akan ada untukku
Aku yakin itu!
Karena kita sama-sama tahu kalau rasa kasih kita akan selalu hidup untuk selamanya.


19 Desember 2003
_______________
- Dalam kenangan: Handini


 

Hari Ini Tidak Ada Cinta

| Saturday, October 04, 2003 by adiindie | ˜ 0 komentar »


Aku masih disini, di tempat ini, dan tetap sendiri. Tidak, tidaklah asing.
Dulu, mungkin aku memang merasakan demikian. Tapi tidak halnya dengan sekarang ini.
Aku malahan merasa biasa saja, tidak merasakan apa-apa.
Tidak ada yang perlu di jadikan alasan untukku menderita.
Toh penderitaan datang bukan karena ada dimana aku sekarang bernaung, tetapi bisa saja datang disaat saat yang memang tidak bisa aku elakkan kehadirannya.
Mendekat lalu mencengkram dan menusuk dengan kuku-kuku tajamnya.

Memang tidak mematikan, tetapi menyisakan luka yang akan selalu membekas di sepanjang hidupku.

Menyedihkan? Tidak! Tidaklah menyedihkan.
Karena kesedihan adalah keseharianku.
aku makan dan minum dengan segala macam kesedihan yang disebabkan oleh segala macam penderitaan itu sendiri.
Setiap kali teringat dengan yang namanya kebahagiaan, aku selalu teringat dengan satu kalimat yang akan selalu tertera secara jelas di dalam sanubari ini: aku memang sendiri!

Aku akan tetap menjadi yang sekarang ini, dengan atau tanpa orang yang mau bersebelahan dengan tubuh ini.

Termasuk kamu, hai kekasih. Aku tidak memaksakan kamu untuk selalu mengikutiku, harus selalu ikut dengan cara-caraku.
Aku juga membebaskan kamu untuk mengikuti alur kehidupan kamu sendiri.
Tanpa takut aku akan meninggalkanmu.
Ya, aku memang sangat mencintaimu, bahkan dengan sepenuh hati ini.
Tapi kamu manusia bebas, sama seperti ku. Ada atau tidak adanya kamu di kehidupanku tidak akan ada pengaruh yang sangat berarti.
Aku matirasa untuk hal ini.

Selalu ada saja kejadian-kejadian yang selalu akhirnya menjadikan teka-teki yang tidak bisa aku jawab, walau aku sudah mencari-carinya di lembar-lembar buku diberbagai penjuru perpustakaan di bumi ini.
Bertanya dan hanya mendapat jawaban gelengan kepala, bahkan tidak jarang orang itu langsung pergi tanpa kata dan senyuman.
Pada akhirnya aku masa bodo dan mungkin persetan dengan itu semua.
Aku tidak mau memusingkan diri dengan memikirkan perlakukan buruk setiap orang yang memang tidak pernah menghargai saya.
Lagipula siapa diriku dimata mereka, hah, lagi-lagi aku tidak perduli.

Kesendirian, kesendirian yang aku rasakan tidak seperti hantaman keras karena kini aku hanya bisa menikmatinya dengan merasakan kenikmatan disetiap jejaknya.
Sama seperti rasa luka yang lama bersemayam di dalam jiwa ini, ia akan aku kumpulkan hingga sampai saatnya tiba aku akan membunuh setipa jiwa-jiwa yang ingin menggangguku dengan kekuatan luka yang sangat besar.
Lihat saja.


2003


 

Tak Akan Pernah Tahu

| Friday, August 01, 2003 by adiindie | ˜ 0 komentar »

Kamu memang tidak tahu apa yang aku rasakan
Tidak, kamu tidak akan pernah bisa mengerti
Karena hanya aku yang merasakan
Sedangkan kamu tidak
Mungkin kamu hanya punya pikiran
tapi tidak mempunyai hati nurani
yang dapat menggugah rasa
Sehingga kamu hanya memikirkan satu hal: perasaanmu
Tapi tidak merasakan yang aku rasakan
Sampai kapan pun kamu tidak bisa rasakan
dan tidak bisa mengerti dengan apa yang aku rasakan
Sudahlah cukup!


Agustus 2003


 

No Body Can Make Me Happy

| Tuesday, December 31, 2002 by adiindie | ˜ 0 komentar »

Semuanya hanya memikirkan dirinya sendiri
Hanya mengharapkan mendapatkan kesenangan
Ingin selalu dibutuhkan tanpa pemberian
Hanya selalu ingin di perdulikan
Tanpa mau memperdulikan

Aku butuh seseorang yang dapat memperdulikan kehidupanku
Serta dapat merubah kehidupan suramku
Aku ingin ada yang bisa menyemangati kelesuanku
Yang tidak hanya menemani tapi mengubah
Setiap cucuran airmata yang menetes menjadi senyuman

Benar! Sungguh tidak banyak yang Aku harapkan.


Somewhere Place, Akhir tahun 2002


 

Wasiat

| Monday, December 30, 2002 by adiindie | ˜ 0 komentar »

Men,
Nanti suatu saat jika ada yang bertanya
Kemana dan bagaimana kabar sahabatmu ini?
Bilang saja sama mereka,
Kalau Adi telah di telan bumi dan menghilang!
Semesta Bumi telah memilihnya
dan menjadikannya tumbal
Untuk kebahagiaan manusia mendatang!

Dan,
Bila meraka bertanya lagi
Mengapa harus kawanmu ini yang terpilih?
Bilang saja lagi,
Karena Adi telah banyak merasakan rotasi kehidupan
Mulai dari harumnya udara semesta yang di hirup
saat kepalanya keluar dari kemaluan Ibunya
Perlakuan manis yang di terima
oleh semua mahluk untuknya
Manusia,
Hewan,
Tumbuhan,
Benda mati.
Hangat dan lembutnya sentuhan cinta
dari beberapa orang wanita
Serta bertubi-tubi kebobrokan menggerogoti
kehidupannya
Sesaknya napas,
Susahnya mencari sinar pendaran matahari,
Tak mampu mengintip apa lagi untuk melihat indahnya
taburan bintang yang mengelilingi bulan sabit
di malam indah
Di acuhkan,
Serta tidak di perdulikan oleh manusia sekelilingnya
Sayatan di hati yang di terimanya hadiah dari kekasihnya
Ya,
Adi telah merasakan semua.

Dan jika mereka hendak bertanya kembali
Tolong potong pertanyaan mereka
Dan berkatalah kepadanya,
“Sudahlah jangan banyak bertanya, karena setiap pertanyaan itu adalah duri yang selalu siap untuk
di tancapkan di dalam hatinya.
Jadi biarkan dia menghilang dengan harapan bahwa di tiap langkahnya telah di taburi berjuta bunga yang harum.”


Somewhere Place, Akhir tahun 2002


 

Beli Cinta

| Thursday, December 26, 2002 by adiindie | ˜ 0 komentar »


Seandainya cinta dapat di beli atau ada yang menjual
Aku pasti akan menjadi orang yang pertama membelinya
dan akan aku pilih serta aku dapatkan cinta yang berkualitas tinggi
Yang awet dan bertahan lama tanpa bahan pengawet
Mampu memberi segala kebaikan tanpa harapan imbalan
Berjiwa serta berhati bersih dan tak bernoda
Yang tidak akan pernah rela melihatku menderita
Setia menemani tubuhku
Selalu memberikan keharumannya di sepanjang hari
Bisa menggantikan airmata menjadi tawa dengan candanya
Serta bisa menghangatkan tubuhku dari angin kesepian.


2002