Derik Luka

1
November 20, 2010
lirih ..

sabtu malam,
19-11-2010

1 comments:

Bintang Malam

0
October 23, 2010
malam bertambah jahannam
bintang-bintang mencakar punggungku
hingga berdarah-darah

teriakan dan raungan menjadi jawaban
dan aku: hanya pasrah, nikmat.

sabtu malam, 23102010

0 comments:

Mencari Sunyi

1
July 25, 2010
Saat semua terasa menjadi beban, apa aku harus menjadi Zarathustra, meninggalkan rumah dan segala keramaian kemudian menyepi ke hutan: Mengheningkan cipta dan menikmati kesunyian?

Kemudian:
Tak mendengar walau mendengar
tak melihat walau melihat

Lalu:
Tak berbicara walau berbicara
tak bergerak walau bergerak

Dan pada akhirnya:
Tak berfikir walau berfikir
tak bernafas walau bernafas ..

1 comments:

Taman Kenangan

2
May 19, 2010
Selamat malam.

Maaf, malam ini aku meminjam bayangan dirimu untuk aku hadirkan ke dalam lamunanku. Harap maklum, aku sedang sendiri dan tidak ada kegiatan apa-apa. Kamu tenang saja, dalam lamunan yang nanti aku jabarkan kemudian, tidak akan ada unsur sara. Kalaupun nanti ditemukan sedikit yang menyerempet sara, aku pastikan itu adalah ketidaksengajaan. Ya, lagi-lagi harap maklum.

Selamat malam bidadariku malamku, bagaimana kabar khayangan kini? Apakah sejuta bunga dari sejuta jenis bunga yang memiliki keindahan rupa dan keharuman tiada tara itu masih terawat dengan baik?

Aku ingat saat pertama sampai terakhir berada disana, tidak ada yang berubah sama sekali. Mulai dari tata letak, jumlah, dan perkembangannya yang tidak pernah melahirkan tunas baru maupun mengering dan mati. "Bunga-bunga itu abadi", katamu sambil menggandeng tanganku dan menuntun langkahku menapaki jalan rerumputan yang sangat lembut agar aku tidak salah dalam melangkah, yang nantinya bisa menginjak bunga-bunga itu.

Di duniaku, tidak ada satupun bunga yang abadi. Edelwis, bunga pegunungan itu pun tidak abadi, walau memang bunga edelwis termasuk bunga yang tahan lama, tapi pada akhirnya akan mengering. Sedang di duniamu, khayangan maksudku, semua yang tidak mungkin di duniaku akan menjadi mungkin di duniamu. Kupu-kupu juga punya peranan yang sangat berarti dalam mempercantik taman khayangan. Kupu-kupu dengan perpaduan warna dan corak yang rapi teratur, sepuhan warnanya seakan memang tercipta berpasangan dengan warna-warni bunga-bunga yang ada di taman ini. Sungguh menakjubkan.

Kulihat kupu-kupu itu tidak pernah letih menari di udara, dengan lembut. Memang kupu-kupu itu sesekali hinggap di salah satu bunga untuk menghisap manis madu yang tersedia di setiap bunga-bunga, tetapi tidak pernah lama karena setelah itu mereka terbang kembali bersama pasangannya. Menari dan mungkin bernyanyi.

Bidadari malamku,
malam ini aku sangat merindukanmu, sudah puluhan purnama berlalu tanpa kamu ada di dekapku. Betapa malam ini terasa sangat asing aku lalui karena kerinduanku yang mendalam terhadapmu. Biasanya setiap malam menjelang pukul dua belas teng kamu selalu datang ke dalam kamarku melalui jendela. Kedatanganmu selalu di dahului dengan wewangian yang seketika menjadikan kamarku semerbak. Kamu masuk dan tersenyum sangat manis kepadaku, lalu membelai rambutku dan mengecup keningku. "Kamu sudah siap, Sayang", bisikmu halus ditelingaku dan aku pun mengangguk. Kamu pun tersenyum menatapku dan mendekapku sangat erat, aku terlelap. Saat aku membuka mata ini tiba-tiba saja aku sudah berada di dalam duniamu. Yang ternyata adalah khayangan.

Kamu mengajak aku mengelilingi khayangan yang di awal pikiranku seperti khayalan atau impian. Kamu menggandeng tanganku, membawaku ke taman bunga-bunga yang berjumlah sejuta dan aku langsung suka karena di taman itu aku merasakan satu kedamaian yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya di duniaku. Maaf aku tidak dapat menggambarkan dan menjelaskannya dengan rinci, karena aku hanya bisa menikmatinya. Aku tidak memiliki kata-kata yang pantas untuk menuliskannya. Kedamaian itu tidak terlukiskan.

Walau setiap malam kamu mengajakku ke tempat yang sama. Tidak pernah terbesit rasa bosan olehku, termasuk saat berdua denganmu. Malahan sebaliknya, masa-masa saat bersamamu berdua di taman itu selalu saja aku nantikan disetiap waktunya. Bahkan sampai saat ini, detik ini. Pernah, aku merajuk agar aku di izinkan menetap untuk selamanya bersamamu di khayangan. Tetapi dengan penuh kesabaran dan kasih sayang kamu mengajak aku duduk di bawah pohon beringin tanganmu di lingkarkan ke lenganku dan kamu sandarkan kepalamu di bahuku.

Setelah itu kamu berkata dengan tenang, "Keinginan kita sama, aku juga sangat ingin kamu menetap disini bersamaku, agar dapat menikmati indahnya cinta kita di setiap detiknya".
Lalu kamu menggenggam tanganku, mengecupnya, mengelus pipiku dengan punggung tanganmu. Dan kamu melanjutkan, "hati ini sepenuhnya milikmu". Setelah itu kamu terdiam, lama. Kubalikkan tubuhku, menghadapimu, kupeluk tubuhmu, ku kecup keningmu.

"Lalu mengapa aku tidak boleh," bisikku terpotong olehmu yang langsung melepas pelukanku. Kamu tatap mataku dan kamu genggam kedua pipiku dengan telapak tanganmu, "Dunia kita berbeda, Sayangku, alam semesta tidak akan mengizinkan dua dunai menjadi satu karena akan merusak jalannya kehidupan. Akan ada kekacauan apabila kita hanya mengikuti kehendak kita", katamu menitikkan airmata dan terus melanjutkan omongan, "dengan kita yang sekarang seperti saati ini juga sebenarnya sudah melanggar hukum alam. Kita melangkahi kodrat. Tapi dewa-dewi disini memaklumiku, walau tetap dengan batasan-batasan yang telah aku sepakati".
"Perjanian apa?" Aku menyela.
"Maafkan aku, Sayang, aku juga telah berjanji untuk tidak memberitahukannya kepadamu, maafkan aku, Cinta".
Aku tidak dapat berkata apa-apa. Bibirku bergetar menahan kesedihan.
"Biarkan kita seperti yang sekarang ini, walau entah sampai kapan. Aku harap kamu bisa memakluminya". Setelahnya kamu memelukku dan menangis hingga kurasakan hangat airmatamu mengalir di pundakku.
Dengan tegar aku berbisik, "Ya, aku mengerti, ik houd van jou".
"Aku juga sangat mencintaimu".

Setelah kejadian itu kita tidak pernah membahasnya lagi. Kita semakin larut terhanyut dengan asmara kita yang membara. Hingga pada malam itu, malam pertama kalinya kamu tidak datang. Hingga malam-malam berikutnya. Hingga kini, malam ini. Entah karena apa. Sampai detik ini pun aku tidak tahu ada apa. Aku hanya sedikit menebak, mungkin inilah waktunya. Waktu yang telah ditetapkan. Batas akhir.

Dan aku relakan waktu mengalir tanpamu, menikmati malam dengan mimpi-mimpi kegelisahan. walau sebelum tidur aku selalu melirik jendela, berharap kamu datang.

bersambung... ;D

2 comments:

Kata: Kata-nya

0
May 04, 2010
Kata teman-temannya, dia yang benar
dan aku yang paling di salahkan
Kata teman-temanku, aku yang benar
dan dia yang  paling di salahkan

Kata dia juga, dia yang katanya paling benar
dan aku yang patut di salahkan
Kalau kataku, persetan dengan semua
Salah dan benar tidak menjadi begitu penting
karena luka tetap menjadi luka
dan tak akan dapat merubahnya menjadi tawa


regards,
adi

0 comments:

MENIADAKAN KEBERADAAN

2
May 01, 2010
Ada saatnya berhenti sejenak dan merenungi apa yang telah terlewati serta meniadakan keberadaan di mata manusia untuk kurun waktu yang hanya dapat di pastikan dengan hasil perenungan yang telah di laluinya sendiri, adalah sebuah pilihan.

Melangkah pergi dari satu peristiwa yang tak mampu kita hadapi bukanlah melarikan diri ataupun  merasa kalah, tetapi ini adalah sebuah pilihan yang tentunya di landasi oleh pemikiran matang buah dari perenungan.

Waktu terus bergulir, begitupun hidup, harus terus berjalan walau banyak persinggahan yang menggoda untuk disinggahi dalam waktu yang lama. Tetapi tujuan hidup menjadi priorias utama, walau pada kenyataannya apa yang kita impikan atau kita harapkan ternyata tidak tercapai, setidak-tidaknya telah melakukan suatu usaha untuk menggapainya terlebih dahulu.

Ada kalanya kita tidak perlu terlalu memaksakan untuk menjadi juara dalam segala perlombaan hidup ini, setiap manusia memiliki batasan-batasan dalam menghadapi beberapa episode kehidupan yang di laluinya. Hukum alam selalu tidak dapat di duga dan tidak dapat di lawan walau dengan pengorbanan mencecerkan darah dalam menghadapinya.

Tuhan, selalu mempunyai rencana yang sangat indah untuk semua ciptaannya. Memaksakan suatu kehendak hanya akan mengurangi atau bahkan menghancurkan keindahan rencana Tuhan untuk kita.

Aku akan meniadakan keberadaanku. Mengambil langkah ini tentunya aku sudah berfikir dengan sangat matang dan terencana agar tidak terjebak dalam suatu peristiwa yang hanya akan membuat perjalanan episode kehidupanku terhambat atau bahkan tidak membuatku menjadi berkembang. Sedang mimpi masih banyak yang belum tercapai dan masih banyak keinginan yang belum tergapai.

Menghindari perdebatan yang hanya akan menghasilkan ketersia-siaan, menutup rapat-rapat kemungkinan akan bocornya suatu angkara murka, dan menjauhi bara api dendam yang belum pasti terpadamkan adalah cara terbaik agar tidak menimbulkan korban-korban dampak suatu kekonyolan. Dan tentunya ini  langkah yang jauh sangat lebih bijaksana, bila kita masih mau me-manusia-kan diri kita.

Walau sudah tidak menjadi penting, tetapi kata maaf selalu akan menjadi pemanis walau  pengungkapannya dengan cara yang sangat menyedihkan dan waktu yang sangat tidak tepat. Tetapi karena aku manusia, maka aku tidak akan menghilangkan ke-manusia-an yang aku miliki. Dan dengan ini aku pun meminta maaf  tak terhingga kepada semua untuk semua yang terugikan baik secara inmaterial maupun material serta secara sengaja ataupun  dengan ketidak-sengajaan atas keberadaanku selama ini.

Semua sudah berakhir dan pasti ini yang terbaik. Mulai saat ini aku meniadakan keberadaanku. Maaf...


Salam Duka,
adiindie

2 comments:

SAYA DI MATA SAYA DAN SEBAGIAN ORANG

0
April 30, 2010
Ada beberapa kawan yang sangat perhatiannya terhadap kehidupan yang saya jalani bertanya langsung kepada saya, "Sampai kapan kamu jalani kehidupan yang seperti ini? Kamu gak ingin seperti yang lain, bekerja di kantoran atau sejenisnya, dan sukses ..."
Ada juga beberapa kawan yang kurang perhatian menjadikan episode kehidupan saya sebagai bahan rumpian dan parahnya menjadi sebuah cibiran, "Huh, orang seperti dia itu ciri-ciri orang yang tidak punya masa depan!"
Busyet!

Memang, saya akui usia saya sudah seperempat abad lebih, kehidupan yang saya jalani sekarang mungkin terlihat atau terkesan sangat santai, tidak punya pekerjaan tetap.
Pekerjaan tetap yang dimaksud disini adalah menjadi pegawai tetap di sebuah perusahaan atau instansi. Entah itu menjadi pegawai di suatu kantor perusahaan sabun colek, pegawai atawa buruh di suatu pabrik sendal jepit, atau syukur-syukur jadi PNS biar dapat pensiunan yang bakal mendapatkan jatah lima liter beras kantor tiap bulannya.

Kadang yang suka jadi pertanyaan saya adalah, "Apa iya orang sudah absah di bilang bekerja itu kalau sudah bekerja di kantoran, pake kemeja yang di setrika sedemikian licinnya, pakai dasi, sepatu pantopel yang terbuat dari kulit atau paling tidak terbuat dari kalep yang di semir kinclong.
Bangun jam lima pagi, mandi dan sarapan seadaanya lalu keluar rumah menuju tempat kerja setelah sebelumnya berjibaku dengan kemacetan jakarta sambil berharap-harap cemas tidak telat absen sampai tempat kerja. Keluar dari tempat kerja jam lima sore (kalau tidak lembur), pulang menuju rumah yang lagi-lagi harus berurusan lagi dengan kemacetan jakarta yang semakin menjadi. Sewaktu di rumah masih di ribetkan lagi oleh tugas-tugas di tempat kerja yang belum terselesaikan dan juga kerjaan rumah. Belum lagi kepikiran sama omongan atau omelan atasan tentang kinerja kita, dan bla.. bla.. bla...
Begitu pengulangan di tiap harinya dan juga begitupun dengan bekerja sebagai karyawan atawa buruh atau juga menjadi PNS.

Dengan satu tujuan pasti: mendapat gaji minimal UMR di tiap bulannya dan entah mendapatkan bersih berapa ditiap bulannya setelah di potong biaya operasional harian seperti transportasi, makan, dan rokok bagi yang merokok. Bayar cicilan ini itu, beli ini itu, syukur-syukur ada sisa buat menabung...

Apesnya, karena saya tidak 'bekerja' sesuai dengan yang dikatakan diatas, jadilah saya sebagai bahan pergunjingan oleh sebagian orang-orang yang merasa mengenal saya, baik yang sudah mengenal cukup lama ataupun yang baru mengenal saya, itupun kenal karena mendapat cerita dari bisik-bisik tetangga.
Dalam hati saya selalu berfikir, "Sebegitu parahnya kah kehidupan saya ini? Dan sejauh manakah mereka mengetahui kehidupan saya dengan ke-soktahuan-nya itu?"

Sekarang, saya memang tidak punya penghasilan tetap, tapi toh saya tetap berpenghasilan. Lha, saya bersyukur masih bisa makan di tiap harinya, bisa bayar angsuran sesuatu yang saya ambil lima tahun yang lalu, bisa menabung untuk modal berkeluarga nanti, bisa beli ini beli itu serta yang lainnya, sama seperti sebagian orang yang lainnya.

Dari mana saya bisa memenuhi itu semua? Saya pun bekerja (walau bukan pekerja tetap) dengan otak dan keterampilan yang Tuhan berikan kepada saya dan menghasilkan pundi-pundi rupiah dan dollar.
Terpaksa saya ceritakan ini kepada khalayak yang merasa jengah dengan pola kehidupan saya. Karena pada akhirnya saya pun menjadi jengah terhadap gunjingan tak bermutu itu (yang sebenarnya tetap tidak merugikan saya secara langsung).

"Tapi kan penghasilan dari pekerjaan kamu itu tidak menentu!" Kata sebagian orang berusaha menepis argumen saya.

Penghasilan saya memang tidak tetap, tetapi seperti yang saya bilang diatas, saya masih tetap berpenghasilan dan sangat bersyukur karena dapat memenuhi segalanya. Pekerjaan saya memang tidak menentu, tapi saya dapat menentukan bahwa apa yang saya kerjakan tidak akan menghentikan episode kehidupan saya.

Memangnya ada jaminan, jadi pegawai tetap akan tetap jadi pegawai tetap selamanya? Tidak akan ada PHK walau Perusahaan bangkrut? Tidak akan ada pemecatan karena ada ketidak-sengajaan berbuat kesalahan fatal dalam bekerja? Tidak akan ada keterpaksaan mengundurkan diri karena gencetan dan sikut-sikutan oleh rekan kerja? Tidak akan memble sambil menunggu bekerja lagi karena sudah ketergantungan oleh pekerjaan sebelumnya? Dan kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Begitulah saya di mata sebagian orang.

Setiap orang  bebas berpendapat dan saya rasa sehebat apapun orang berargumen menyatakan pendapatnya masing-masing, saya harap harus berusaha tahu diri dan berusaha menjadi bijak bilamana pendapatnya dapat terpatahkan dan terbantahkan oleh argumen pendapat dari yang lainnya..

Salam hangat,
adi

0 comments:

Serupa Tapi Tak Sama

0
April 25, 2010
Banyak yang kutemukan disini, coki
serupa tapi tak sama...

Disini, aku dapat melihat dan merasakan kesegaran dua buah gunung, coki
ada gunung salak dan gunung pangrango yang berdampingan
aku dapat menikmatinya di pagi dan sore hari, terasa dekat dari rumahku, coki
Disana, aku juga sering melihat dan merasakan kesegaran 'dua gunung kembar', coki
bedanya aku lebih sering menikmatinya di malam hari, coki

Disini, saat aku bermain di belakang rumah, yang kebetulan adalah sawah dan setengah hutan
aku terkadang melihat kadal dan biawak yang berlari diantara semak-semak, coki
Disana, aku juga sering melihat 'kadal dan biawak' yang sangat pintar berbicara berputar-putar
dan dengan mudah mengelabui beberapa orang manusia, coki

Disini, di taman dekat dengan rumahku, coki
aku beberapa kali melihat kupu-kupu dengan berbagai warna keindahan sayapnya
berterbangan bebas dari satu bunga ke bunga yang lain, coki
Disana, aku juga beberapa kali setiap pulang malam sering melihat 'kupu-kupu'
yang berterbangan di malam hari, coki
hinggap di kendaraan yang satu ke kekendaraan yang lain, dan dari satu hotel ke hotel yang lain

Disini, aku dapat melihat beberapa ekor sapi yang di gembalakan di lahan kosong yang di penuhi rumput
dan ilalang oleh penduduk kampung di pinggir perumahanku, coki
Disana, aku juga sering melihat 'sapi-sapi' yang di gembalakan oleh sang waktu
yang kegiatannya sama persis yaitu makan dan tidur, makan dan tidur..

Haha,
Ternyata tak ada bedanya disini dan disana, coki
tapi aku puas, coki
bisa melihat semua itu, aku menikmatnya tanpa harus menjadi pusing, coki
kau harus tau, coki, kehidupanku tak pernah terganggu oleh semua hal yang melintasiku
ku nikmati semua yang kudapatkan di hari ini tanpa harus mencaci walau seaneh apapun, coki

Sudah dulu, coki
lain kali kuceritakan lagi petualanganku di kota seberang,
hanya untukmu, coki
sahabat imajinasi sejati saat ku meng-onani khayalanku..


Cikarang 24April2010

0 comments:

Akhir Sebuah Cerita

0
April 18, 2010
waktu terus berlalu
seiring langkahku yang coba tuk lewati hari demi hari


Enam tahun berlalu dengan sangat cepat dan tak terasa sudah terlalu banyak peristiwa terjadi dalam jangka waktu yang singkat. Perubahan demi perubahan pun berlarian dari waktu ke waktu. Bahagia, cinta, airmata dan darah pun telah mewarnai apa yang pernah terjadi tanpa ada sesuatu yang bisa menghalanginya. Tapi tidak ada alasan apapun untukku hentikan langkah kakiku ini, perjalanan masih amat sangat panjang. Walau nafas tersengal masih banyak persinggahan dari mimpi-mimpi ini yang belum tersinggahi. Dan lagi-lagi tak ada alasan apapun yang dapat menghalangi hidupku dalam menggapai semua persinggahan dari mimpi-mimpiku ini - kecuali Sang Pemilik Nyawa ini mengambilnya dari hidupku.

kadang ku tak mengerti semua yang terjadi
semua saling merindukan saling melupakan


Terkadang tetap masih terngiang pertanyaan yang belum pernah bisa terjawab sampai saat ini; mengapa satu cinta yang sangat hangat membara yang telah dibina berjuta-juta tahun bisa menjadi perang yang berdarah-darah hanya karena satu hari kesalahan? Apakah sebegitu dahsyatnya amarah karena kekecewaan itu, serupa lahar yang menggilas habis apa yang dilewatinya tanpa pandang bulu dan melupakan segala yang pernah ada. Begitu cepatnya rasa kerinduan itu berlalu dan begitu membaranya amarah itu hingga melupakan segalanya dan menyisakan luka yang terus menerus berceceran tanpa pernah berhenti. Begitupun juga denganmu, hai kekasihku.

tak kurasa lagi hangat peluk disini
tak ku dapat lagi belai kasih disini


Pada akhirnya engkau berlalu dari kehidupanku, bahkan bakal kehidupan yang telah kita sketsa dengan senyuman disaat kita bersama juga telah kamu lupakan. Kau nikmati hidupmu dengan terus mengikuti arus deras emosi yang mengalir entah kemana. Dan tak pernah mau menengok ke belakang lagi, bahwa aku masih ada di sini bersama cuil harapan akan kebahagiaan yang sering kita lebur bersama --dulu.

waktu terus berlalu membawa diriku
dalam suka dalam duka menangis dan tertawa


Tapi kini semua telah berlalu, seiring berlalunya waktu meninggalkan masa kemarin. Tak akan ada  lagi impian setelah ini yang dulu sering kita khayalkan bersama sambil menatap bintang-bintang. Tak akan ada lagi canda dan tawa yang riang dan gelora asmara beradu peluh.

tak ku dengar lagi suara tawa disini
tak ku lihat lagi senyum kecil disini
ku tertawa dan menari raing gembira
ku tertawa dan bernyanyi . . .


Pastinya, harus ku kubur dalam-dalam semua yang telah terecap. Cinta, kerinduan, kebahagiaan, senyuman, kecupan, pelukan, perhatian, candan tawa, cemburu, duka, perdebatan, sakit hati, emosi, dusta, dan segala perasaan yang pernah berkecamuk saat kita ada berdampingan menapaki hari-hari ceria dan hari-hari kelam. Yang berlalu biarlah berlalu dan mencoba menutup harapan akan kembalinya perasaan yang dulu kembali terulang agar tidak kembali terulang apa yang telah menjadi akhir percintaan kita..

apa yang kini kurasakan
tak ada tak ada lagi yang pergi datang kembali
yang hilang akan tetap hilang


Aku berusaha menghargai keadaan, walau tetap saja ada di salah satu sudut hatiku yang menentang kejadian dimana aku akan merasakan sesuatu yang menggangu di hati ini. Sesuatu yang berdesir, terkadang perih, terkadang sangat tersiksa. Tapi satu episode cinta telah berlalu dan menyisakan luka, sedangkan aku tidak dapat berbuat apa-apa..

tak ku dengar lagi tak ku lihat lagi
tak ku rasa lagi tak ku dapat lagi


** Bagian yang Hilang - Funky Kopral

0 comments:

Foto Jembatan Suramadu Malam Hari

0
April 09, 2010

0 comments:

KITAB OMONG KOSONG - Seno Gumira Ajidarma

0
March 31, 2010
DUNIA SEPERTI ADANYA DUNIA
keberadaan segala sesuatu ditentukan oleh segala sesuatu dari dirinya sendiri; bahwa pohon itu terdiri dari batang, daun, dahan, ranting, dan keseluruhannya membuat pohon menjadi pohon. Batang bisa dilihat, daun bisa didengar, akar bisa diraba, dan ranting bisa disentuh. Pohon memang ada. Dunia itu ada. Tidak ada lagi yang bisa membantahnya.
Danau ada karena ada danau yang permukaannya tak bererak seperti cermin dan hanya bergoyang ketika seekor rusa minum ditepiannya. Danau ada seperti adanya danau itu. Dunia ada seperti adanya dunia itu, dengan atau tanpa adanya manusia.
Dunia seperti adanya dunia seperti manusia mengurai buah kelapa yang memisahkan serabut dari tempurungnya. Memisahkan tempurung dari dagingnya, dan daging dari airnya. Air kelapa yang kesegarannya meneduhkan perasaan dipecahkan lagi menjadi istilah-istilah yang memisahkan bagian yang satu dengan bagian yang lain.
Sehingga segala sesuatu yang tercatat mulai dari umur pohon kelapa dan berapa buah kelapa yang akan dihasilkan oleh pohon itu bisa menghasilkan kesimpulan menyeluruh yang tepat.

DUNAI SEPERTI DIPANDANG MANUSIA
Keberadaan segala sesuatu ditentukan oleh pemandangan manusia; bahwa manusia mengatakan langit itu biru ketika ia melihanya biru, bahwa langit itu kemerah-merahan ketika ia melihatnya kemerah-merahan.
Kemudian ia akan tau bahwa tanpa udara yang mereka hirup dibawah atap langit, ternyata langit tidak berwarna, bahkan kosong dan hampa. Kenyataan ini mereka ketahui karena langit diselidiki sampai keluar angkasa. Adanya dunia seperti adanya dunia ditentukan oleh pandangan manusia.
Dunia seperti dipandang manusia memeberikan penyadaran bahwa seluruh pencapaian bagian pertama hanya berlaku dalam sudut pandang manusia, artinya tanpa manusia yang berkesadaran, dunia ini tidak mungkin ada.
Tanpa pandangan manusia tidak ada pohon kelapa, tidak ada nyiur melambai di pantai yang sunyi, karena kesunyian hanya bisa dihadirkan kedalam kesadaran oleh manusia.

DUNIA YANG TIDAK ADA
Dunia ini tidak pernah tampil seutuhnya dengan cara yang sama bagi setiap orang. Sehingga, yang tersisa dari kemungkinan mengetahui adanya dunia adalah dengan memeriksa ketepatan dari cara-cara dunia mengada. Dunia tidak ada, yang ada hanyalah cara-cara tampilnya dunia kepada manusia. Jadi manusia hanya berurusan dengan gambaran-gambaran mengenai dunia dan bukan dunia itu sendiri.
Dunia ya ng tidak ada menyatakan sebagai kemustahilan besar, karena manusia pada dasarnya berada di dalam dunia yang digambarkannya.
Angka, huruf, dan bahasa itu hanyalah penggambaran dunia dan bukan dunia itu sendiri, maka sebetulnya dunia yang di fahami manusia itu tidak ada.

MENGADAKAN DUNIA
Manusia selalu memandang masa depan sebagai keberadaan penting dalam hidupnya, maka adalah menjadi tugas manusia agar kehidupan ini mempunyai makna dengan cara yang tidak bisa lain adalah membuat dunia ini kembali ada.
Dengan mengadakan kembali dunia ini melalui sudut pandang yang menilai kembali dunia melalui sudut pandang yang menilai segala sesuatu dari gunanya.
Kalau tidak berguna, tidak ada dunia. Apa yang benar dan apa yang baik tidak di persoalkan, berguna atau tidak berguna itulah soalnya. Yang baik dan benar adalah yang beguna.

KITAB KEHENINGAN
Kekosongan yang harus dibaca. Semesta wajib di pahami.

- Seno Gumira Ajidarma

0 comments:

Lost Philosophy

0
March 30, 2010
Barang siapa mencari kedalaman,
mulailah dengan yang dangkal-dangkal
dan melihat kedangkalan dengan tatapan yang cermat dan dalam,
maka kedalaman akan muncul
dari hal-hal yang bersifat permukaan itu....

0 comments:

Kebahagiaan dan Kenangan

0
March 30, 2010
Kebahagiaan adalah saat-saat sesaat yang hanya terjamin abadi
dalam kenangan, sehingga hanya mereka yang mampu menghidupkan kenangan
bisa mempertahankan kebahagiaan itu...

0 comments:

Jalaludin Rumi Philosophy

0
March 30, 2010
Jauh didalam tanah
Aku hidup dalam alam-alam besi dan batu;
dan kemudian aku tersenyum dalam bunga-bunga aneka warna
Setelah itu berkelana dengan binatang-binatang buas
dan berjam-jam bertualang
Diatas bumi dan udara dan daerah samudera,
Dalam satu kelahiran baru.
Aku menyelam dan terbang,
dan melata dan lari,
dan segala rahasia dari zat-ku ini masuk
Dalam satu bentuk yang mengungkapkan mereka semua...
Dan lihat, itulah dia Manusia!
dan kemudian tujuanku
Di balik awan-awan, di balik langit
dalam alam-alam dimana tiada satupun
boleh berubah atau mati...
Dalam bentuk malaikat; dan kemudian jauh
di balik batas-batas malam dan siang
dan hidup dan mati, tak terlihat atau terlihat
Dimana segala yang ada telah pernah ada
Sebagai satu dan bulat

0 comments:

Sayyid Quthb Philosophy

0
March 30, 2010
Sesungguhnya kehidupan adalah suatu kekuatan energi
yang mendorong kedepan dan tidak pernah berbalik kebelakang sama sekali,
kecuali bila hanya menemui tembok yang menghalangi
untuk terus maju..

0 comments:

Empat Kebijakan BUDDHA

0
March 30, 2010
  1. Kehidupan manusia itu sebenarnya tidak BAHAGIA
  2. Sebab musabab ketidak-bahagiaan ini adalah memikirkan kepentingan diri sendiri serta terbelenggu oleh NAFSU
  3. Kepentingan memikirkan diri sendiri dan nafsu dapat ditekan habis bilamana segala nafsu dan hasrat dapat di-tiada-kan, dalam ajaran BUDDHA disebut NIRWANA
  4. Menimbang benar, cari nafkah benar, berusaha benar, mengingat benar, dan meditasi benar.

0 comments:

Socrates Philosophy

0
March 30, 2010
Lebih baik lagu yang kau nyanyikan sumbang
dan orang-orang disekitarmu tidak menyukainya
daripada kamu asing bagi dirimu sendiri...

0 comments:

e school or e-commerce school

0
March 30, 2010
Entrepreneurs hunting to attain money on the internet often hit trouble finding a starting point. The online activity presents an nearly oceanic customer base, but a locate without proper direction crapper easily be overlooked.

There is much more to succeeding in e-commerce than having a website with whatever products. It doesn't matter how attractive the web design is our how beatific the products are if the locate is not attracting visitors. Traffic is member of the most important elements in online activity and it is member of the important ideas emphasized at the HBLI: School of E-Commerce.

HBLI stands for Home Base Learning Institute, and meet same the think entitles it is something that crapper be finished from the comfort of your possess home. This online e-Commerce school offers springy teaching sessions with old instructors. By old I stingy teachers with not exclusive Business and Business-Related Degrees, but also e-commerce experience.

These coaches hit operated e-commerce sites themselves and are there to move any questions in springy member on member webinars. Topics most ofttimes awninged include bt are not limited to: product sourcing, website development, increasing traffic, SEO (Search Engine Optimization), social media marketing and shopping cart help.

Business minds hunting to expand their brick and howitzer store, attain whatever lateral cash, or meet wanting something after being attrited discover by joint America should think e-commerce. Benefits of e-commerce activity are employed from home, wider customer base, no lease expenses, and set deductions

For those hunting to club into the highly juicy concern of e-commerce, but aren't meet trusty how to do so, consult an expert. A school of e-commerce haw be the right sound for you.

0 comments:

Sungai Dibawah Lautan

0
March 29, 2010
Gak bisa berkomentar apa-apa saat melihat foto ini, ada sebuah sungai di dalam lautan yang terletak di daerah Meksiko. Benar-benar menakjubkan..



"Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. (QS : Al Furqon 53)
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (QS Ar Rahmaan : 19-20)

0 comments: