Khayalan Tentang Duka

| Tuesday, November 24, 2009 by adiindie | ˜ 3 komentar »

Dan bila kau harus pergi jauh dan tak kembali
Ku akan merelakan mu bila kau bahagia
Selamanya.. disana.. walau tanpaku

Cepat atau lambat, kita pasti akan pergi dan memang harus pergi.
Entah dalam waktu yang sesaat atau berkepanjangan, bukan karena terpaksa pergi tetapi ada saatnya kita memang harus pergi tanpa harus beralasan atau pura-pura punya kepentingan untuk pergi. Begitupun dengan dirimu, kekasih.
Kamu tidak perlu pusing mencari-cari alasan untuk pergi jauh menghindar dariku, karena aku tidak akan menanyakan alasan mengapa kamu kini pergi dari kehidupanku.
Saat aku mengenalmu, berani menjamah hari-harimu dan menyatukan gumpalan asmara kita
saat itu pula aku telah menyisakan ruang untuk kehilanganmu. Tak pernah terpisahkan, perjumpaan adalah awal dari perpisahan.

Ku akan mengerti cinta dengan semua yang terjadi
Pastikan saja langkahmu tetap berarti

Aku tidak akan bertanya tentang mengapa apalagi harus menyudutkan hidup, apa yang ada dan apa yang terjadi aku yakin sudah ada alurnya. Apa yang telah terjadi sejak aku terlahir dari kemaluan ibu-ku hingga nafasku di hari ini, sudah milyaran kejadian yang aku alami, bermacam-macam kegembiraan dan kesedihan telah aku dapatkan, goresan penyesalan selalu ada tapi tak pernah aku jadikan kambinghitam untukku terpuruk.
Aku juga mengertikan keadaanmu kini dan memahami apa yang telah menjadi kehendakmu.
Dan berdo'a dalam secuil hati yang masih tersisa kesucian; Jadilah yang berarti..

Bisakah aku tanpamu sanggupkah aku tanpamu oo...

Aku akan tetap ada menjadi diriku sendiri, selalu bertahan menjalani paruh hidup. Sendiri, berdua atau bertiga bagiku tidak ada masalah, selama aku bisa menjadi sesuatu yang berarti..

Sehangat pelukan hujan saat kau lambaikan tangan
Tenang wajahmu berbisik Inilah waktu yang tepat tuk berpisah
Selembut belaian badai saat kau palingkan arah
Jejak langkahmu terbaca Inilah waktu yang tepat tuk berpisah

Perpisahan memang menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan, tapi aku mencoba selalu bersyukur bisa menikmati perpisahan, karena bila tidak ada perpisahan aku rasa tidak akan pernah mungkin ada pertemuan, --antara aku dan kamu.
Sepuluh atau sejuta tahun hanya sebuah waktu, saat perpisahan terjadi aku selalu siap dengan segala dampak yang akan terjadi nanti. Entah kerinduan yang pedih, kenangan yang menyayat, tapi aku rasa perasaan itu akan bisa terobati dengan penggalan kenangan keindahan tentang kita yang selalu aku simpan dalam sudut hatiku yang memang terkhusus untukmu.

Ku akan pahami cinta
dengan apa yang terjadi
Pastikan saja mimpimu tetap berarti

Baik dan buruk yang kita dapat dikehidupan ini, semua pasti dapat kita pahami. Karena kita terlahir sebagai manusia, yang pasti akan mendapatkan kisah-kisah unik ditiap jalan yang kita tapaki. Kupahami kamu karena aku mencintai jiwamu --dan bukan hanya ragamu. Kupahami keadaan ini karena aku menyayangimu dengan segala keadaaanmu --dan keapaadaanmu.

Aku tak pernah mengharap kau tuk kembali saat kau temukan duniamu
Aku tak pernah menunggu kau tuk kembali saat bahagia mahkotamu
bila kedamaian selimuti
jangan kau kembali...

Bahagia, duka, cinta, lara. Tiap kita punya hak untuk menerima dan menepis semua itu, karena apa yang kita dapatkan dan kita rasakan, tetapi tetap hanya kita sendiri yang merasakannya dan keturutsertaan oranglain hanya sebagai luapan apa yang kita dapat. Kebahagiaanmu tetap seutuhnya milikmu dan kebahagiaanku juta tetap seutuhnya milikku. Duniamu akan tetap ada, walau denganku atau tanpaku ada disampingmu. Begitupun sebaliknya denganku. Terimalah apa yang telah menjadi kehendakmu dan akupun akan menerima apa yang telah menjadi kehendakku..


Dan cinta kita?? ahh, aku berkhayal lagi tentang perpisahan kita.
Maafkan imajinasiku sayang...


selasa malam,
241209 : 21.17-22.27


* Diambil dari lagu so7 -waktu yg tepat untuk berpisah.



 

Mimpi-mu & Bahagia-ku

| Friday, November 20, 2009 by adiindie | ˜ 3 komentar »

Bunda,
Perjalanan ini sangat melelahkan,
tapi aku selalu teringat pesan-mu bahwa semuanya akan baik-baik saja,
selama apa yang kita inginkan adalah benar --bukan sesuatu yang mustahil.

Bunda,
Sampai detik ini aku masih bertahan, dan berusaha mampu untuk bertahan
menelusuri jejak langkah yang telah ditapaki orang terdahulu
"aral adalah bunga kehidupan, bersahabatlah dengannya
--maka ia tak akan menjadi bahaya bagimu"
itu katamu disela dekapanmu saatku melemah --akan hidup.

Bunda,
Mimpi-mu akan aku masih jauh dari pencapaian
tapi senyuman yang selalu aku dapat,
saat Kau bertanya, "Bagaimana kau kini, anakku?"
Ahh, senyum itu selalu wangi --walau guratan tua diwajah-mu makin menjadi.

Bunda,
Waktu berlari sungguh cepat, semakin ku kejar semakin cepat waktu berlari
tapi tetap akan ku-kejar
walau harus berlari sejauh mungkin,
dan akan aku kejar walau sampai renta.

Bunda,
Mimpi-mu akan aku hanya satu,
Melihat aku Bahagia
dan mimpi-ku juga hanya satu,
Melihat Kau Bahagia...

Bunda,
Tiga pulau sudah aku tapaki
untuk mengejar cita-cita dan menggapai mimpi-mu dan mimpi-ku
Kini aku sedang mempersiapkan menuju pulau ke-empat dan ke-lima
Lagi, restui dan do'akan aku bunda
agar tercapai apa yang telah menjadi keinginan kita bersama.

Bunda,
Aku pamit...


Jum'at Pagi 20102009


 

Buku-buku Seno Gumira Ajidarma

| Wednesday, October 07, 2009 by adiindie | ˜ 10 komentar »

Sekedar Koleksi Pribadi Buku-buku Seno Gumira Ajidarma SGA.







Daftar bukunya sebagai berikut:

1. Saksi Mata
2. Dilarang Bernyanyi di Kamar Mandi (Edisi I dan II)
3. Negeri Kabut
4. Sebuah Pertanyaan untuk Cinta
5. Jazz, Parfum, dan Insiden
6. Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara
7. Iblis Tidak Pernah Mati
8. Atas Nama Malam
9. Matinya Seorang Penari Telanjang
10. Layar Kata
11. Jakarta 2039
12. Dunia Sukab
13. Mengapa Kau Culik Anak Kami
14. Kematian Donny Osmond
15. Taksi Blues
16. Surat Dari Pal Merah
17. Sepotong Senja Untuk Pacarku
18. Sukab Intel Melayu: Misteri Harta Centini
19. Aku Kesepian Sayang, Datanglah Menjelang Kematian
20. Negeri Senja
21. Biola Tak Berdawai
22. Kitab Omong Kosong
23. Affair, Obrolan Tentang Jakarta
24. Kisah Mata
25. Kalatidha
26. Linguae
27. Kentut Metropolitan
28. Sembilan Wali dan Siti Jenar
29. Nagabumi I (Jurus Tanpa Bentuk)
30. Nagabumi II (Buddha, Pedang, & Penyamun Terbang)
31. Panji Tengkorak (Kebudayaan dalam Perbincangan)


 

Senandung Pengkhianatan

| Sunday, July 19, 2009 by adiindie | ˜ 4 komentar »

kita sama-sama tau,
bahwa kemunafikan kita adalah sama
semua kesenangan kita adalah semu
walau beriringan dengan gelora yang membara

memang,
kita tidak pernah alpa akan siapa aku
siapa juga kamu
dimataku, dimatamu, dimata mereka
dan terutama dimata dia

selalu,
setelah berkelakar dengan liur
bercanda dengan peluh
dan aku terjaga dgn mata terpejam

setelahnya aku tersadar,
ternyata aku harus tahu diri
bahwa berkhayal berkhianat denganmu
adalah salah!

hhfff**


 

Aku Masih Ada...

| Saturday, May 09, 2009 by adiindie | ˜ 4 komentar »

ren,
dalam remang kamarku yang sumpek dan pengap tanpa ada ventilasi udara
dan bau bacin yang keluar dari sampah berbagai makanan basi yang teronggok di tempat sampah yang entah dari kapan ada dan tak terbuang.
tapi aku masih disini.

ren,
tidak perlu aku beri tahu bagaimana kabarku kini,
karena aku tidak mampu menuliskan bagaimana keadaan yang aku alami
dengan uraian kata-kata yang tak mampu aku tulis dengan benar
aku tidak bisa membohongi diriku, ren
kata-kata tidak bisa menggambarkan keadaanku yang sebenarnya.

ren,
entah sudah berapa waktu aku lalui tanpa pernah sinar matahari menyentuh kulitku
apalagi senja, aku sudah lupa bagaimana senja yang sering di elu-elukan keindahannya.
tapi aku masih bertahan disini, ren
dikamar dengan kesendirian tanpa udara.

pffhhh...

ren,
malam ini aku kembali hadir, bukan untuk merintih tentang duka
bukan pula untuk bercerita tentang luka yang akan menimbulkan pertanyaan;
ada apa?
malam ini aku kembali hadir, dan akan ada untuk malam-malam berikutnya
mencoba berkisah kembali tentang apa yang aku berkelebat di fikiranku,
tentang apa saja.

ren,
kamu harus tau;
Aku Masih Ada...


 

kembali...

| Thursday, March 05, 2009 by adiindie | ˜ 3 komentar »

ijinkan aku kembali datang,
memuntahkan cerita dalam kata-kata seadanya
tentang kejadian yang telah lalu,
pengembaraan menjelajahi bukit-bukit waktu dengan mata terpejam

dan (juga) tentang khayalan yang akan aku bisikan melalui kata-kata kepadamu...


tunggu ya...