Gadis dan Gerimis

0

1
Saat Aku memandangi kamu di pagi yang gerimis
Kamu duduk memandangi kaca berbintik-bintik air
Terpaku diam di dalam bus yang terjebak kemacetan
Pikirku, “Apa yang sedang kamu renungi?”
Aku berkhayal menebak-nebak,
Apakah kamu seorang gadis yang sedang patah hati
karena sebuah pengkhianatan oleh kekasihmu semalam?
Atau kamu seorang gadis dengan latar belakang keluarga broken home dan pagi itu orang tuamu resmi bercerai?
Atau kamu seorang gadis yang resmi menjadi pengangguran karena di perusahaan tempatmu bekerja terjadi pengurangan karyawan dan kamu salah satunya?
Akh… terlalu banyak hal di dunia ini yang dapat membuat seorang gadis sepertimu menjadi menderita
Banyak kemungkinan dapat terjadi tanpa mengenal ruang.
Saat Aku memandangimu dari balik kaca yang berbintik-bintik air Aku melihat ada kehampaan di matamu
Ada kekosongan yang terpancar dari pandanganmu
Entah mengapa Aku jadi begitu perduli terhadapmu
Padahal Aku tidak mengenal kamu. Dan kamu pun tidak mengenal Aku. Tapi Aku menjadi perduli
Seolah-olah Aku dan kamu memiliki sesuatu ikatan kuat
Hah! Sungguh aneh…

2
Pagi itu Aku berjalan menelusuri pinggiran kota
dengan iring-iringan gerimis yang membekukan darah
Saat Aku berjalan, tiba-tiba pandanganku seperti ada yang mengarahkan dan mataku langsung tertuju kepada kamu
Yang seketika itu juga Aku menjadi begitu perduli
Melihat kamu yang terpaku kosong menatap hampa jendela kaca yang berbintik-bintik air
Ada misteri di balik tatapanmu itu bagiku
ada beberapa pertanyaan yang masih mengganjal
dan masih belum bisa terjawab di hatiku:
“Apa yang sedang kamu pikirkan? Apakah ada sesuatu yang melukai perasaanmu? Apa yang menyebabkan kamu menjadi seperti itu? Apakah…”
Semestinya saat itu terjadi Aku menghampirimu,
menaiki bus yang kamu tumpangi,
duduk di sampingmu, mengawali perkenalan dengan senyuman, bertegur sapa, menanyakan perihal tentang dirimu, dan mencoba mendalamimu…
Tapi Aku tidak memiliki keberanian dan Aku hanya mampu memandangimu dari kejauhan
“Mengapa saat itu Aku tidak menghampirinya jika
ternyata sekarang meninggalkan penyesalan?”
Aku selalu membodohi diriku sendiri
Sejak pagi yang gerimis itu
Aku tidak pernah bertemu dengan kamu lagi
Tapi wajahmu yang murung itu masih tampak dengan jelas saat Aku menenangimu

3
Pagi yang gerimis itu kini masih mengenangiku kepadamu
Pada saat gerimis turun dari langit yang kelabu
Dengan membawa hembusan angin yang menggigilkan
Aku pasti teringat kamu…

4
Apa kabarmu kini?


17 Januari 2005

0 comments:

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net