Permintaan Puisi

0
November 22, 2007
"Buatkan aku puisi yang romantis",
katamu dengan tatapan mata berharap.
Tapi aku tak pandai berpuisi, juga aku tidak pandai merangkai kata-kata dan menyusunnya untuk menjadi karangan tentang cinta. Jadi, maafkan bila kata-kataku ini terasa garing dan terasa gombal.

Entah sudah berapa juta kata yang aku keluarkan di dalam tulisan-tulisanku tentangmu di lembaran-lembaran kertas yang lain yang sebagian masih tersimpan dan sebagian yang lain kini entah ada dimana.
Menulis tentangmu bagiku adalah seperti meneteskan sedikit demi sedikit air kebahagiaan yang aku terima saat aku mengkhayalkan tentang indah dirimu dan betapa kebahagiaan terasa sangat hangat terasa saat ada didekatmu, bersamamu.

Hanya karena aku mencintaimu,
maka aku membiarkan tangan lemah ini menjadi kuat dan bergerak mengikuti perintah hati dan fikiranku untuk menuliskan sesuatu tentang dirimu, segalanya tentang dirimu.
Hanya karena aku mencintamu,
maka aku serahkan segala aliran kata-kata ini menyusun sendiri tentang bagaimana indahnya sosok dirimu dimataku.

Dengan kata-kata yang sederhana ini, aku mewakilkan segalanya tentangmu;
Berpuisi tentangmu berarti berpuisi tentang bintang-bintang yang kerlipnya mempesona yang juga berarti aku berpuisi tentang purnama yang menyempurnakan syahdu malam dengan pancaran teduhnya. Karena dirimu serupa bintang juga serupa purnama yang menghiasi malam dengan keindahannya sendiri. Yang berarti juga indah dirimu yang menyempurnakan kebahagiaan hari-hariku.

Itulah dirimu dan betapa romantis itu ada di dalam wajahmu,
disaat menatapmu saat malam tiba.

0 comments:

Renjani, dosa yang terus mengalir...

0
October 14, 2007
Renjani,
dosa ini terus menerus mengalir tanpa henti di tiap detiknya
harus ada cara untuk kita menghentikan aliran dosa ini
agar tidak membawa kita kelautan azab jahannam.

Seharusnya kebahagiaan ini hanya menghasilkan kegembiraan dan kesenangan serta kelegaan bagi kita yang merasakannya, tanpa ada sisa-sisa penyesalan disetiap akhir dari manis yang kita kecap. Seharusnya juga rajutan-rajutan cerita indah kita akan menjadi keindahan yang sebenarnya bila kita sedikitpun tidak menggunakan benang-benang kekotoran -- walau kekotoran itu sangat menyenangkan dan selalu membuat kita terbuai..

Kita baru menempuh seperempat perjalanan dan didepan kita masih menanti tiga perempat lagi perjalanan yang harus kita lalui yang kita tidak akan pernah tau ada kejadian-kejadian apa saja yang nanti kita hadapi.

Memang, aku pernah mengatakan padamu bahwa aku akan selalu mendampingimu, menjagamu dari kegelapan dunia. Tapi bagaimana jika prajurit-prajurit dari negeri kegelapan itu menyerang kita saat kita sedang terlelap dalam nista yang melenakan?
Juga aku pernah berkata padamu bahwa aku akan melindungimu dari dinginnya kesepian, tapi aku tidak tahu apakah aku tetap bisa menghangatkanmu sedangkan gelora kita sering terbuang sia-sia demi satu kenikmatan tanpa ada ikatan sakral.

Harus, kita harus mencari cara agar dosa ini cepat berhenti mengalir dari kehidupan kita. Selagi semuanya belum terlambat. Selagi kita masih bisa bersama dan bila kita masih ingin bersama...
hhh..

Oktober 2007

0 comments:

Perjalanan Hitam

0
October 14, 2007
Bersama sore yang mulai menghitam...


Bersama malam yang semakin pekat...



dan taman yang menjadi remang dengan sedikit cahaya...


yeah,
perjalanan menuju hitam yang selalu kulakukan ditiap saatnya
selalu memberi warna syahdu nan manis
hitam; selalu menantiku dengan rindu


...

0 comments:

Rindu: rindu

0
June 28, 2007
Kerinduanku malam ini
terkubur bersama waktu
yang tidak henti-hentinya
berputar.

Terbesit akan satu harapan
di esok pagi:
waktu dapat berpihak kepadaku
dan kerinduan ini dapat terbalaskan.


salam duka,
Thursday, 28 June, 2007 10:13 PM

0 comments:

Dimana Kau Tahu?

0
June 24, 2007
kau tahu,
malam memberi duka padaku
katanya aku tidak pantas
bercanda bersama bintang-bintang

kau tahu,
malam juga memberi luka padaku
katanya aku tidak pantas
bercinta dengan purnama

lalu,
kau tahu dimana bahagia itu?


Duren Sawit
tengah malam 24 Juli 2007

0 comments:

Nas,

0
June 10, 2007
Nas,
setelah jutaan tahun telah berlalu tanpa aku mengingatmu sedetikpun
tapi entah mengapa kini aku mengingatmu kembali.
Bayanganmu datang lagi dikehidupanku.
Padahal sungguh mati aku telah melupakanmu dan menganggap kamu
tidak pernah ada dikehidupanku.

Nas,
entah mengapa kini aku merindukanmu.
Merindukan kebahagiaan yang pernah aku rasakan bersamamu
walau hanya sesaat, sekejap.
Lalu setelahnya cipratan noda darah membekas di tubuhku.
Sampai kini...

Mengapa bayanganmu harus hadir lagi, nas.
Seharusnya semua kenangan tentangmu sudah lenyap
dan tidak bersisa lagi.
Karena kenangan bersamamu adalah semu dan kebahagiaan denganmu
adalah pengkhianatan sebuah perasaan yang bodoh.
Betapa tololnya perasaan ini, nas.
Yang harus mengingatimu, kenangan tentang kekosongan.
Ketidakbermaknaan waktu yang harus berceceran demi satu waktu
sesaat demi sandiwara kebahagiaan
yang pada akhirnya menjadi akhir ketidakbermaknaan hidup.

Nas,
terkutuk dirimu yang telah mencoret indah hidupku.
Juga yang telah meninggalkan noda abadi yang ternyata
tidak pernah bisa terhapuskan oleh apapun dan sampai kapanpun...


Malaka Sari,
Awal Juni 2007

0 comments:

Arti Malam

0
May 18, 2007


selalu dengan malam
hitam menjadi kata
bintang-bintang menjadi bahasa
rintihan angin malam menjadi senandung kepedihan

ada kepedihan dalam kesunyian
ada kegalauan dalam kesendirian

sunyi dan sendiri
tak pernah lepas tak pernah pergi
jiwaku pekat oleh kekosongan
tanpa cahaya

malam menjamah aku dalam kelamnya
menyelimuti aku dengan dinginnya
ku cinta malam dengan segala adanya
ku cinta malam dengan segala adanya

karena hanya malam yang menerima aku apa adanya

dalam ketelanjangan
dalam kesendirian
dalam tawa
dalam tangis

malam memberikan aku senyuman
dan arti dari sebuah kesendirian


Jakarta Malam,
18 Mei 2007

0 comments:

Maaf, kawan!

0
May 04, 2007
Maafkan kami kawan, seharusnya airmata itu tidak keluar dari mata tajammu. Mata itu seharusnya tetap terang menyala agar tetap bisa menerangi langkah kami dalam menapaki kehidupan yang kadang remang dan kadang gelap..
Mata itu, mata yang seharusnya tetap membakar tapi mengapa dihari ini meredup dan mengeluarkan air-air cinta? Dan airmata itu sudah cukup membuat jiwa kami (juga) menangis. Kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa kami sudah terlalu banyak dan kami terlalu mementingkan diri kami sendiri. Kami terlalu menuruti hawa nafsu kami. Hingga kami melupakan siapa diri kami ini dan siapa kita ini.
Maafkan kami kawan, jiwa kekanak-kanakan telah menguasai kami hingga kami menjadi kerdil dan melupakan usia kami yang sesungguhnya.
Terima kasih untuk sentuhan airmatamu kawan. Dengannya kami makin tersadarkan bahwa perjuanganmu memang sungguh sudah sangat jauh untuk kami. Segalanya kau korbankan untuk kami kawan, tapi tidak sedikitpun kau meminta pamrih dari kami. Tidak terhitung kepingan-kepingan rupiah kau keluarkan untuk masa depan kami. Tidak bisa terukur tenaga yang kau peras untuk kepentingan kami tanpa kau pikirkan kau dapat apa. Kau peras pikiranmu hanya untuk memikirkan kami, bagaimana masa depan kami. Kepedulianmu melebihi orangtua kami kawan, kecintaanmu terhadap kami sungguh
Maafkan kami kawan. Maafkan…

0 comments:

Mengapa Aku Menulis...

0
May 03, 2007
Aku menulis bukan karena ingin berpuitis. Aku bukan orang yang romantis dan aku juga orang yang malas menguras otakku untuk dapat memilih dan menyusun kata-kata dengan rapi agar terlihat sempurna indah dan manis.

Aku tidak punya ingatan yang bagus untuk menghapal seluruh kata-kata manis yang sering keluar di dalam tulisan para pujangga. Aku juga tidak bisa bagaimana caranya menuangkan keindahan ke dalam kata-kata.

Keindahan memang dapat terwakilkan oleh kata-kata tetapi tetap saja tidak dapat menjadikan kata-kata itu menjadi benar-benar indah seindah keindahan itu sendiri.

Aku menulis karena memang ingin memberontak dari kungkungan imajinasi yang tidak pasti yang hanya tersimpan di dalam pikiran dan hanya akan membuatku lega dengan menuangkannya melalui sebuah tulisan. Mungkin.

Aku menulis karena aku memang harus menulis, dan bercerita. Menceritakan suatu kisah yang tidak penting tetapi akan menjadi penting bagi diriku karena memang hanya dengan aku bercerita maka aku akan terasa lega.

Lega sekali karana aku hanya bisa bercerita dengan tulisan, walau dengan kata-kata seadanya dan sekenanya..

sementara itu saja dulu, alasan mengapa aku ingin menulis dan harus menulis...

0 comments:

Kopi Darat Pertama Milis SGA

0
April 16, 2007
Pertemuan pertama, teman-teman milis Seno Gumira Ajidarma:
Mas Sigit, Mas Rahmad, Mr. Andi, Mas Triono, Mbak Rita

0 comments:

Kumbang Malam

0
April 01, 2007
Malam bernyanyi riang
Tentang kumbang yang terbang ke bulan
Melepas rindu yang selalu menyengat
Mengantup sepi agar terjaga

Kumbang menghayati nyanyian malam
Sampai-sampai ikut terhanyut
Kumbang memandangi malam
Tak terasa airmata menetes

Malam terdiam nyanyiannya habis
Kumbang terpaku airmatanya juga habis
Ayam jantan berkokok
Mentari mulai bersinar

Pagi datang,
Dan kumbang lagi-lagi kehilangan malam!


Duren Sawit,
01 April 2007

0 comments:

walimah TJ

0
January 07, 2007



Tujuh Januari 2007

0 comments: